Seberapa Bahaya Vape untuk Tubuh Kita?

Di era 2000 an sekarang, masyarakat mengenal vape atau rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau. Vape adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik yang dirancang untuk membantu para pecandu berhenti merokok (tembakau).

Walaupun dirancang sedemikian untuk membatu para pecandu rokok tembakau, tapi masyarakat harus tahu bahaya dari vape sebelum mencobanya. Karena apa yang terkadung dalam rokok vape pun berbahaya baagi tubuh, sama seperti rokok tembakau yang membahayakan diri dan orang lain.

Berikut kandungan dalam vape yang dilansir di hellosehat.com yakni Propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.

Lalu bagaimana bahaya vape?

Pada dasarnya rokok tembakau maupun elektrik sama berbahaya bagi tubuh baik perokok aktif maupun pasif. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa rokok elektrik pun berbahaya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menunjukkan bahwa nikotin dalam vape diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya.

Selain itu nikotin juga sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negative bagi perkembangan otak. Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.

Bahkan berada di sekitar orang-orang yang menggunakan rokok elektrik dapat membuat wanita hamil terpapar nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang ada dalam rokok elektrik.

Jadi uap yang dihasilkan dari rokok elektrik bukan merupakan uap air. Ini mengandung nikotin dan dapat mengandung zat kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara. Uap yang dihasilkan rokok elektrik dan cairan yang ada dalam rokok elektrik berbahaya yang menyebabkan keracunan  karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.

Bahan kimia tambahan yang berbahaya yang ditemukan diantaranya mengandung logam, senyawa organic yang mudah menguap, dan nitrosamine. Kadar tersebut cenderung lebih rendah daripada rokok tembakau. Tetapi tidak ad acara untuk mengetahui seberapa besar kandungan berbahaya dari rokok elektrik karena belum diatur.

Dilansir sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *