Mitos atau Fakta, Makan Daging Kambing Bisa Bikin Tensi Darah Naik?

Kebanyakan orang menghidari makan daging kambing, karena takut tensi darah naik atau hipertensi. Mereka menganggap daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Sehingga tidak baik jika dikonsumsi oleh penderita darah tinggi.

Namun apakah betul, daging kambing tidak baik untuk penderita darah tinggi? Berikut penjelasan mitos atau fakta soal kandungan daging kambing.

Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

Pada faktanya yang dikutip hellosehat.com, setiap 100 gram daging kambing kurang lebih mengandung 109 kalori. Dengan total kalori ini jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang punya 250 kalori dan daging ayam toral 195 kkal.

Kadar kolestrol daging kambing juga lebih rendah daripada dua jenis daging ini, yakkni sekitar 57 mg per 100 gram. Sedangkan kadar kolesterol daging sapi adalah sekitar 89 mg dana yam 83 mg per porsinya.

Mitos, makan daging kambing bisa menyebabkan hipertensi

Pada intinya, makan daging kambing dapat menyebabkan hipertensi itu hanya mitos. karena sebenarnya daging kambing tidak perlu dikhawatirkan dan disangkutpautkan dengan darah tinggi. Sebab kalau pun ada kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsi tetap tergolong kecil dibanding daging sapi atau ayam. Hal ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Lalu kenapa kebanyakan orang terkhusus penderita hipertensi selalu pusing dan tekanan darah naik setelah mengonsumsinya?

Beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya.

Tekanan darah tinggi tersebut cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah. Seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, olahan daging kambing seringnya digoreng terlebih dahulu sebelum lanjut diolah atau dipanggang dan dibakar. Memasak dengan cara digoreng, dibakaar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Kemudian mengolah dengan cara seperti itu membutuhkan banyak minyak goring, mentega, atau margarin yang akan merubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

Sebagai  informasi, suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kadnungan air di dalam makanan manguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dri minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang rendah kalori menjadi berkalori tinggi.

Peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak tersebut bisa mencapai 64 persen dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, kemudian menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan tenakan darah.

Namun bukan sekedar soal cara olahan saja, aneka macam bumbu tambahan (penyedap) dalam olahan daging kambing pun berpengaruh. Diantaranya seperti kecap, garam, micin yang mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan. Termasuk ketika diolah menggunakan masakan bersantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *