Erupsi Anak Krakatau, Asap Terlihat Membumbung Tinggi

Erupsi anak Krakatau yang terjadi belum lama ini mengakibatkan sebuah bencana yang cukup besar. Anak Krakatau yang erupsi pada bulan Desember lalu mengakibatkan terjadinya tsunami di sebagian daerah Banten. Tsunami ini disebabkan oleh longsoran Anak Krakatau sehingga menyebabkan gelombang tinggi yang menyapu daratan sekitar selat Sunda tanpa ada pertanda apapun. Pada sore hari ini tanggal 4 Januari 2019, Anak Krakatu kembali mengalami erupsi. Erupsi kali ini tampaknya menjadi erupsi yang lebih besar dari erupsi-erupsi di hari sebelumnya. Pasalnya asap tebal terlihat membumbung di atas gunung dan terlihat sejak pagi hingga sore hari.

Erupsi Anak Krakatau

Sejak terjadinya tsunami yang melululantakan pesisir Anyer lalu, asap dari anak Krakatau memang tak pernah terlihat lagi dikarenakan kabut. Tapi pada hari Jumat (4/1/2019) in awan tebal terlihat meyembul tinggi di langit sebab cuaca pada hari ini cukup cerah. Pemandangan ini sempat membuat warga yang melihat asap erupsi anak Krakatau merasa takut. Selain itu, peristiwa ini pun menarik banyak orang untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Awan tebal yang membumbung tinggi tersebut pun sampai terlihat hingga kota Serang, Banten. Tercatat jika sejak hari Jumat dini hari hingga Jumat pagi hari, Anak Krakatau sudah mengalami 13 kali gempa letusan. Selain itu, gunung yang masih sangat aktif ini juga tercatat mengalami gempa hembusan sebanyak 5 kali dikutip dari Tribunews.com. Saat ini gunung Anak Krakatau menyandang status Siaga III. Pengunjung dan juga nelayan saat ini dilarang untuk mendekati gunung hingga radius 5 kilometer.

Sejarah Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau mulai muncul pada tahun 1972 atau sekitar 40 tahun setelah Gunung Krakatau meletus. Anak Krakatau muncul dari kawasan kaldera purba aktif sisa ledakan gunung Krakatau. Kawasan kaldera purba ini terus mengalami pertumbuhan dan selalu bertambah tinggi. Bahkan setiap bulannya dapat bertambah tinggi hingga 0.5 meter. Setiap tahunnya kaldera tersebut semakin tinggi bahkan hingga mencapai 20 kaki. Sekarang ini, ketinggian gunung Anak Krakatau mencapai 230 meter. Erupsi Anak Krakatau terakhir yang menimbulkan banyak korban jiwa terjadi pada 22 Desember 2018 lalu. Peristiwa ini menimbulkan tsunami yang cukup tinggi dan menelan banyak korban di pesisir Anyer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *