Dampak dan Cara Mengatasi Gas Air Mata

Indonesia sedang tidak baik-baik saja, ribuan bahkan puluhan ribu mahasiswa dan pelajar melakukan demonstrasi di berbagai wilayah sejak 23-25 September 2019. Pasalanya, kaum terpelajar ini menolak disahkannya Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dirancang DPR dinilai kontroversi.

Aksi demonstrasi berakhir ricuh dan bersitegang antara massa dan aparat keamanan. Massa mencoba menyuarakan aspirasinya dan merangsek masuk untuk bertemu dengan anggota DPR. Namun polisi memukul mundur hingga terjadi kericuhan yang berujung tembakkan gas air mata.

Para mahasiswa dan orang disekitar pun terkena gas air mata, mereka menghindari area tersebut untuk melindungi diri. Lantas bagaimana dampak dan cara mengatasi gas air mata, beikut caranya.

Kandungan gas air mata

Mengutip dari beberapa referensi, gas air mata ini merupakan gas kimia yang disimpan dalam bentuk granat atau semprotan, biasa digunakan untuk membubarkan kericuhan. Senyawa kimia yang digunakan disebagian besar tabung gas air mata adalah o-chlorobenzylidene malononitrile atau CS. Selain itu mengandung bahan kimia seperti gas CN, CR, dan semprotan merica gas OC.

Dampak

Dampak seorang terkena gas air mata yakni menyebabkan iritasi pada mata, panas, sesak dada, air liur belebihan, dan iritasi kulit. Biasanya seseorang akan merasakannya pada detik ke 20 hingga 30 setelah terpapar gas air mata. Namun efeknya hanya berlangsung sekitar 10 menit, setelahnya normal kembali jika orang tersebut sudah tidak berada di area gas air mata.

Cara mengatasi

Cara mengatasi dampak gas air mata diantaranya segera membilas menggunakan air. Atau untuk antisipasi menggunakan masker gas dengan filter arang aktif yang memberikan perlindungan dari gas air mata. Atau kebanyakan, mereka mengantisipasi menggunakan pasta gigi yang dioles di sekitar bawah mata atau wajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *