Asal Usul Fenomena Hujan Meteor Perseid, Rutin Terjadi Ini Waktu Terjadinya

Baru-baru ini masyarakat hangat membahas terkait hujan meteor perseid. Hal ini merupakan fenomena hujan tahunan yang selalu muncul pada Juli  sampai Agustus. Namun bagaimana dengan asal usul hujan meteor perseid?

Asal usul hujan meteor perseid

Hujan meteor perseid berasal dari sisa debu ekor komet Swift-Tuttle yang pernah melin tasi bumi dan diamti astronom Lewis Swift dan Horace Tuttle dari Amerika pada 1862. Kemudian kembali teramati pada 1992 dan memiliki periode 130 tahun. Ia akan kembali ke bumi pada 2126.

Saat melintas debu komet yang berupa batuan mengalami tarikana gravitasi bumi dan masuk dalam lapisan atmosfer bumi serta terbakar di sana.  Debu yang masuk ke lapisan atmosfer atas tersebut akan membentuk plasma super panas di sepanjang lintasannya dan bergerak dengan kecepatan 60 km per detik. Maka lintasan cahaya yang melintas dan dilihat pengamat dari bumi sebagai hujan meteor perseid.

Periodik hujan meteor perseid

Fenomena ini akan berlangsung setiap pertengahan Juli sampai Agustus. Bumi melintasi orbaitnya sehingga sisa material komet tadi tertarik oleh grativitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor. Tahun ini (2019) terjadi sejak 17 Juli sampai 24 Agustus dan puncaknya pada 12 Agustus.

Keistimewaan hujan meteor perseid

Dikutip kompas.com Marufin berkata, hujan meteor perseid meiliki banyak perbedaan dengan meteor lain. mulai dari jumlah meteor maksumim (zenith hourly rate/ZHR) yang tergolong besar sampai 100 meteor per jam bila langit dalam konidis sempurna.

“Seluruh hujan meteor periodic berasal dari remah-remah komet, tapi hanya perseid yang punya karakter hujan meteor kuat sementaraa komet induknya punya periode agak panjang,” Marufin.

Hujan meteor perseid bisa dilihat di Indonesia

Hujan meteor perseid ini bisa dilihat dari Indonesia. Namun hal ini dipengaruhi oleh situasi langit. Jika ideal bisa dilihat namun jika tidak ideal seperti adanya bulan purnama maka tidak akan terlihat.

Perlu diketahui, puncak fenomena hujan meteor perseid ini adalah H-3 sebelum bulan purnama. Maka kondisi langit malam akan terlalu terang dan fenomena langit akan sulit dilihat. Namun masih bisa dilihat pada pukul 02.00 dini hari hingga subuh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *